Minggu, 05 Maret 2017

How I Meet "You"

Senin, 19 Desember 2016 

Liburan adalah saat yang paling ditunggu oleh setiap mahasiswa. hanya untuk sekedar menghirup udara segar di suatu tempat yang tak dapat di kunjungi saat tugas kuliah menghadang. destinasi liburanku kali ini adalah salah satu kota yang sering di sebut "kota hujan", ya.... Bogor.

Alasan terbesarku memilih kota itu adalah...... tidak ada. Ternyata aku tidak punya alasan apapun untuk memilih kota ini. Tapi di kota inilah yang akhirnya aku menemukanmu. Semenjak malam itu, hidupku mulai berbeda.

Untuk seseorang yang kutemui malam ini, "hello, stranger" adalah sapaan yang tepat untukmu malam ini. seseorang yang hanya kutau namanya dari sahabat baikku, seseorang yang beberapa kali mengirimkan salam untukku melalui sahabat baikku, dan seseorang yang tidak pernah kuduga akan ku temui malam ini.

Malam ini tentu berbeda dari sebelumnya. Kali ini kamu berhasil membawaku kembali merasakan suatu hal yang telah lama tak terpikirkan akan hadir bersama dengan kedatanganmu di hidupku. Seseorang yang namanya tak lagi asing, namun wujudnya baru ku temui. Masih teringat jelas ketika kakiku semakin mendekat ke arahmu, ketika tangan ini menunggu balas jabatan darimu dan senyum pertamamu saat mataku berhasil menemukanmu. Tak menyangka bahwa akhirnya kamu mampu membuatku seperti hidup kembali. Aku seperti terbawa arusmu. Menikmati setiap topik yang kau pilih dan berhasil membuatku merasa bahwa kamu orang yang berbeda. 

Masih tentangmu. Tentang pertemuan yang tak pernah terpikirkan olehku. Tentang seseorang yang membuatku akhirnya memutuskan untuk menceritakan tentang ini kepada dunia melalui blog. Menikmati malam hari bersamamu untuk pertama kali membuatku tau sedikit tentangmu: ekstrovert, nasi goreng sejati, pengagum langit. 

Bicara soal "langit", aku adalah salah satu orang yang tidak suka melihat ruang tanpa batas, seperti langit dan laut lepas. melihatnya membuatku seperti kehilangan arah. langit bukan objek yang bisa dinikmati, menurutku. hanya saja, hal ini berbeda denganmu. malam itu kamu terus berbicara tentang langit, tentang bentuk awan, tentang bulan, dan keberadaan bintang. kamu terlihat menyusuri setiap jengkal luas langit malam itu untuk menemukan bintang, malam itu tidak ada bintang, ucapmu. aku tak memperdulikan hal itu, tapi berbeda denganmu. 

Menghabiskan malam bersamamu terasa berbeda. orang asing yang baru kutemui malam ini mampu membuatku berpikir "apakah aku dan kamu adalah reinkarnasi dari masalalu sepasang teman dekat?" aku merasa bahwa kamu bukan orang asing lagi untukku. aku merasa kita seperti teman dekat yang berkesempatan bertemu kembali disuatu tempat. 

Untuk kamu yang kutemui malam ini, namamu selalu ada disetiap hariku semenjak malam itu. aku kembali bisa menikmati hari dengan menatap layar handphone sambil sesekali tersenyum karena mengobrol denganmu, mengetahui kabarmu, menanyakan kegiatanmu, dan merasakan kehadiranmu.

Rabu, 22 Desember 2016
aku menyebutnya "one night with stranger". malam lain yang aku habiskan lagi denganmu. dengan seseorang yang 2 hari ini mengisi hariku dan mengubah hidupku.
Setelah sebelumnya berkeliling kota bogor untuk menentukan tempat menepi, akhirnya aku dan kamu duduk berhadapan di sebuah tempat makan cepat saji. kamu dengan nasi ayammu, dan aku dengan eskrimku, serta segelas besar minuman bersoda dengan dua sedotan didalamnya. itu teman kita malam ini.
ini adalah malam terakhirku di kota Bogor, besok pagi aku harus mengejar bus yang akan membawaku ke pesawat yang akan membawaku pulang ke kota kelahirkanku. bisa dibilang, malam ini seperti malam perpisahanku denganmu. untuk pertama kalinya, aku tidak bersemangat untuk kembali ke kotaku sendiri.
malam ini kamu masih sama, pandai mencari topik bahasan yang bisa kita nikmati bersama.
you give me all your "life" and all I gave you was "Good bye"
aku benci kalimat itu, kalimat yang aku sampaikan ke kamu yang menandakan aku dan kamu akan terpisah jarak ratusan kilometer dan tidak akan pernah tau kapan akan bertemu kembali.
ada kata "good" dalam "Good bye"
katamu seolah mencoba menenangkanku, terimakasih untuk usahanya untuk tetap terlihat tegar menghadapi perpisahan ini.
aku juga baru pertama kali ditinggalin pulang kampung yang sesedih ini.
kalimatmu sungguh menenangkanku. aku masih mengingat sepasang matamu yang menahan air mata, aku bersyukur karena aku tidak merasakannya seorang diri, ternyata kamu pun merasa berat untuk berpisah.

Kamis, 23 Desember 2016
pertemuan kita, kegiatan kita, momen indah itu bagi orang lain mungkin adalah kejadian yang biasa saja, tapi menurutku bisa melakukan hal tersebut dengan kamu adalah sebuah hal yang luar biasa, mungkin itulah yang membuat aku seberat ini buat menerima kenyataan kalau kamu lagi di jalan pulang ke rumah
Terimakasih untukmu "stranger" yang membuatku merasa menjadi orang yang cukup penting dihidupmu semenjak hari itu. entah ini hanya perasaanku saja atau apapun itu, selamat, kamu sudah berhasil menyita perhatianku semenjak malam itu. aku suka caraku menemukanmu....

Aku dan kamu tak lagi menginjak kota yang sama. Dan entah kapan lagi akhirnya kita disatukan kembali. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar